WALHI Soroti Pematokan Lahan untuk Sekolah Merah Putih di Rempang, Minta Pemerintah Evaluasi Proyek Eco City
By Admin

Dok. WALHI Riau
nusakini.com, Batam, Senin, 15 Juni 2026 - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bersama Solidaritas Nasional untuk Rempang mengecam aktivitas pematokan lahan yang dilakukan dalam area pembangunan Sekolah Merah Putih di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Menurut keterangan yang disampaikan WALHI pada Senin (15/6/2026), pematokan dilakukan di kawasan Pantai Melayu, Kelurahan Rempang Cate. Organisasi tersebut menyebut kegiatan itu melibatkan sekitar 120 personel serta alat berat berupa excavator.
Direktur WALHI Riau, Eko Yunanda, menilai langkah tersebut berpotensi memperpanjang konflik agraria yang selama ini terjadi di Pulau Rempang. Ia menyatakan pembangunan di kawasan tersebut seharusnya memperhatikan hak masyarakat yang telah lama menetap di wilayah tersebut.
WALHI juga menyoroti keberlanjutan proyek Rempang Eco City yang sebelumnya tidak lagi tercantum sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2025–2029. Menurut organisasi itu, pemerintah perlu mengevaluasi kembali pendekatan pembangunan yang diterapkan di Rempang.
Selain WALHI, Direktur LBH Pekanbaru Andri Alatas menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai setiap kegiatan pembangunan harus dilakukan melalui mekanisme yang menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Di sisi lain, BP Batam sebelumnya menyatakan pengembangan Rempang Eco City bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi baru serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat setempat.
Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB) menyebut sebagian warga masih menolak relokasi karena menilai masih terdapat persoalan terkait keberlanjutan mata pencaharian dan kepastian kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Solidaritas Nasional untuk Rempang mendesak penghentian sementara aktivitas pengukuran maupun pematokan lahan hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pengembangan kawasan tersebut. (*)